Selasa, 20 Desember 2016

Membentuk SDM


Karena suatu negara pendidikannya buruk, maka negara memiliki rakyat yang kompetensinya buruk. Budaya kerja keras buruk. Budaya menghargai karya orang lain buruk. Karena kompetensi yang sedemikian buruk, segenap rakyat tersebut akan membuat berbagai perusahaan harus merogoh kantong yang lebih dalam. Demi melakukan training. Pelatihan. Pelatihan diberikan demi membentuk SDM sebagaimana harapan perusahaan. Terlebih apabila perusahaan tersebut dari ideologi seberang sana, Western, yang konon lebih maju dan profesional, tentu hal tersebut menyebabkan tujuan yang ditetapkan organisasi lebih tinggi dan menginginkan SDM yang mampu mengikuti tujuannya tersebut.
Perusahaan tentu sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk training. Berikutnya, perusahaan bukanlah negara yang pendapatan terbesarnya justru dari pajak. Negara duduk. Memajaki rakyatnya. Perusahaan tidak demikian. Mereka harus berusaha menjual produk ditengah berbagai tantangan mulai dari regulasi pasar yang tidak pasti sampai menjaga kesetiaan pekerjanya. Mereka melakukan promosi. Inovasi. Segala hal untuk memastikan mereka tetap hidup. Negara tetap bisa hidup tanpa melakukan promosi barang dagangan karena mereka memiliki rakyat yang dipajaki.
Kita mampu membayangkan bagaimana jika kita sebagai perusahaan yang harus bekerja keras setiap hari menjual produk, membayar berbagai training, menjadi pemecah kebuntuan mengurangi pengangguran, lalu tiba-tiba didatangi beberapa orang dengan seperangkat aturan untuk mengatakan Bayar pajak pada kami!. Bagi saya, kasus penggelapan pajak oleh perusahaan-perusahaan adalah suatu hal yang sangat logis untuk dilakukan di luar anggapan mungkin mereka memang rakus atau mereka merasa telah berjasa bagi negara dan kurang dihargai. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar