Selasa, 27 Desember 2016

Tenang VS Tidak Melakukan Apa-apa (seperti film Karate Kid The Movie)

Pernahkah kamu menonton film Karate Kid yang menceritakan tentang seorang anak bernama Dre Parker (Jaden Smith) ia merupakan anak kecil yang seperti kebanyakan anak kecil lainnya, suka bermain bersama teman-temannya. Ia tidak mau meninggalkan teman-temannya di Amerika namun dikarenakan Ibunya harus pindah ke Beijing maka ia pun harus ikut kesana. Menjadi orang asing di Beijing tidaklah mudah. Ia dihadapkan dengan berandal-berandal kecil di kota baru tersebut.
Ketika Dre berusaha beradaptasi dengan lingkungan di Beijing, Dre malah di hajar habis-habisan oleh berandal cilik yang memiliki kemampuan bela diri tinggi. Ia sempat putus asa dan sangat ingin pulang kembali ke Amerika. Namun pada suatu hari, Ia bertemu dengan Han (Jackie Chan). Han berusaha merubah sudut pandang Dre dalam menghadapi masalah ini. Ia mengajarkan salah satu cara untuk menghindari teror ini adalah dengan menghadapinya bukannya lari ketakutan. Han mengajarkan ilmu bela diri untuk menghadapi ancaman para berandal cilik tersebut.
 Ada yang dimana Ada yang menarik untuk dimaknai dalam Film Karate Kid (versi terbaru), yaitu dalam fragmen ketika Siauw-Dre (Jaden Smith, putra Bintang Film terkenal Will Smith) melihat di salah satu perguruan Kung Fu di China, ada seseorang siswi perguruan yang sedang mendemostrasikan sebuah jurus di depan seekor ular Cobra.


Terlihat bahwa Sang Siswi Perguruan Kung Fu tersebut menggoyang-goyangkan kepalanya dan, dahsyatnya, goyangan kepalanya itu diikuti oleh kepala ular Cobra tersebut, tanpa berusaha menyerang Sang Siswi tersebut.Awalnya Siauw-Dre mengira bahwa Sang Siswi tadi meniru gerakan ular Cobra, namun dibenarkan oleh gurunya Mr. Han (Jackie Chan), justru sebaliknya Sang Cobra lah yang meniru gerakan Sang Siswi.
Dijelaskan oleh Mr. Han bahwa berkat ketenangan Sang Siswi (baik tenang pikir maupun tenang hati) maka Sang Siswi menjadi seperti cermin bagi Sang Cobra. Timbul pertanyaan dari Siauw-Dre, bagaimana mungkin tidak melakukan apa-apa justru bisa mengendalikan orang lain?
Mr. Han membenarkan dengan mengatakan bahwa SANGAT BERBEDA antara tenang/diam dengan tidak melakukan apa-apa.
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita merasa begitu banyak kesibukan rutin atau mendadak yang harus kita kerjakan, yang menyebabkan pikiran dan perasaan kita menjadi panik, cemas, dan “”grusa-grusu” (kata orang Jawa). Jangankan menjadi “cermin” bagi orang lain, untuk diri kita sendiri pun “terlihat” kabur/blur. Sehingga wajar jika dalam kondisi panik / kemrungsung kecenderungan kita akan “menarik” orang-orang yang juga panik.
Dalam NLP (Neuro-Linguistic Programming), dikatakan bahwa Perasaan (Pikiran bawah sadar) kita memancarkan vibrasi yang beresonansi dengan vibrasi perasaan orang lain, maka sudah niscaya ketika pikiran dan perasaan kita negatif akan menarik (beresonansi) dengan orang-orang yang memiliki vibrasi yang sama.
Maka ketika Anda sebagai seorang pemimpin (khalifatullah fil ardh) ingin berpengaruh terhadap yang dipimpin, tidak ada cara lain kecuali “menjadi cermin”, sehingga orang lain cenderung meniru Anda karena dia seakan-akan melihat dirinya sendiri ketika berhadapan dengan Anda. Kalau dalam Hadits Rasulullah SAW, setiap muslim adalah cermin bagi saudara muslim yang lain. Sehingga saudara
kita bisa mengoreksi dirinya sendiri hanya dengan bergaul bersama kita. Untuk itu, jadilah “cermin” bagi orang lain dengan mensunyikan dan menenangkan pikiran dan perasaan. (“Camkanlah hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang”… Al Ayat)

So, just like Mr. Han said,” Being still and doing nothing are 2 different things”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar