Lama-lama tak amatin. Kenapa si Indo lebih mencuat bisnisnya daripada Alfa? Sy pikir salah satu alasannya adalah karena Indo lebih inovatif. Indo menyediakan pemesanan tiket kereta lebih awal, tapi lebih dari itu juga menyediakan layanan pembayaran BPJS. Bagi kamu orang kota, bayar BPJS melalui Indo biasa aja. Bagi saya wong ndeso Ngawi. Itu beda. Orang desa kerjanya di sawah. Di kebun. Setelah dari sawah atau kebun, mereka juga ingin praktis waktu kayak manusia lain. Langsung transaksi. Nah masalahnya adalah bank bisa jadi jauh atau mereka gagap memakai atm. Jadilah mereka memilih pembayaran melalui si Indo.
Selain itu, inovasi Indo pernah sy jumpai di
pedesaan Magelang. Di Indo tsb ada ATM BNI. Bagi sy adanya ATM BNI di Indo tentu
kebijakan yang tidak srampangan. Bank BRI memiliki desain kantor lebih ramah
pada 'wong cilik'. Orang desa yang pergi ke bank BNI setelah dia dari kebun pun
tidak akan merasa rendah diri. Beda jika pergi ke Bank Mandiri atau Bank BRI
yang tampilannya lebih wah, itu akan membuat 'wong cilik' makin merasa 'cilik'.
Orang desa yang lebih memilih bank BRI juga berarti lebih mungkin memiliki ATM
BRI yang berarti bagi orang desa si Indo juga mudah dikaitkan dg ATM BRI. Orang
desa pun berubah perilaku ekonominya, perlahan dari pasar tradisional menuju
Ind*maret.
Selanjutnya sy akan bahas desain ruko. Sy
menjumpai ruko alfam*rt nampak lebih kecil. Ketika masuk di bagian antara kasir
dan sebelah kiri pintu sudah penuh sesak barang2. Desainnya nampak padat. Ruko
Indom*ret sejauh ini, sy merasa lebih leluasa. Termasuk space kecil ketika
konsumen berseliweran untuk melihat-lihat barang si Indo lebih besar. Ind*mart
nampak lebih rapi.
Dua hal kecil. Inovasi yang nampaknya kecil,
tapi sangat membedakan karena ketika bisnis yang dijalankan hampir sama,
inovasi sekecil mungkin yang akan sangat membedakan. Ini berlaku tidak hanya
bisnis, bahkan pengelolaan organisasi atau pun pengelolaan beasiswa sekalipun.
Btw, ini semacam bualan saja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar